Manggarai Timur

Sabtu, 30 November 2019 - 06:06 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Praktisi Hukum Cium Aroma Korupsi Insentif Guru Honor di Kabupaten Manggarai Timur

Floreseditorial.com, Borong – Aroma korupsi di Kabupaten Manggarai Timur kembali tercium. Kali ini yang diduga dikorupsi adalah insentif bagi ratusan guru honorer selama dua bulan di kabupaten tersebut.

Hal ini diketahui dari tidak dibayarnya tanpa alasan yang jelas gaji hampir seluruh guru honorer di Kabupaten Manggarai Timur Selama 2 bulan, padahal jelas-jelas gaji guru sudah dianggarkan dalam APBD tahun anggaran berjalan. Kemana dana tersebut?

Dalam Pengumuman dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Manggarai Timur yang isinya ditujukan kepada kepala sekolah TK, SD, SMP Negeri se-kabupaten Manggarai Timur kepala dinas pendidikan kabupaten Manggarai Timur Basilius Teto memerintahkan agar guru-guru di sekolah masing-masing kususnya guru penerima dana insentif tahun anggaran 2019 untuk datang menerima upah mereka.

Namun ada yang aneh dari pembayaran insentif kali ini, pasalnya gaji yang dibayar bagi para tenaga pendidik di Kabupaten Manggarai Timur itu cuma untuk periode Agustus hingga Oktober, padahal diketahui para guru honorer di Kabupaten Manggarai Timur ini belum menerima gaji sejak bulan Juni 2019 silam.

Salah satu Guru calon penerima dana insentif yang mengaku berintial TL kepada wartawan menyampaikan kekecewaannya atas tidak dibayarnya upah mereka di bulan Juni dan Juli.

“Dalam pengumuman itu, kami diminta mengambil rekomendasi pencairan dana bulan Agustus sampai bulan Oktober. Bulan Juni dan Juli kok tidak diterima.
Terus terang kaka, kami sangat merasa kecewa. Sungguh sangat tidak masuk akal, bukankah Rancangan Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah (RAPBD) sudah dibuat 1 thun anggran? realisasinya kan sampe bulan Desember. tapi kenapa bayarnya setengah-setengah?”, Tandas TL.

Kadis PK Matim Beralasan Keterbatasan Anggaran

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas P & K Matim Basilius Teto, saat dihubungi wartawan melalui sambungan WhatsApp menjelaskan bahwa untuk tahun ini, Pemda mengalami keterbatasan dana.

“Kita keterbatasan anggaran untuk Tahun ini. Tapi saya pastikan tahun 2020, akan kembali normal. Guru-guru dimohon bersabar,” jelas Teto.

Ada Indikasi Korupsi

Kilah kadis PK Matim yang tidak membayar gaji guru honorer di kabupaten Manggarai Timur selama dua bulan dianggap tidak masuk akal oleh sebagian kalangan hingga membuat beberapa orang angkat bicara.

Beberapa diantaranya bahkan mengindikasikan adanya aroma korupsi dibalik tidak dibayarnya insentif selama dua bagi para guru honorer di Kabupaten Manggarai Timur.

Praktisi hukum yang juga merupakan seorang advokat Herson Loi kepada media ini menjelaskan bahwa dirinya menduga ada aroma korupsi dibalom persoalan tersebut.

“Kalau begini tentu sebagai publik kita patut menduga bahwa ada aroma korupsi disana karena penetapan APBD itu untuk 1 tahun anggaran berarti anggaran untuk 12 bulan sudah tersedia dan ditetapkan melalui penetapan APBD kabupaten Manggarai Timur,” kata Herson Loi, Sabtu (30/11/2019).

Penetapan anggaran melalui APBD, kata Herson, tentu atas dasar kajian atau politik anggaran yg jelas untuk 1 tahun anggaran.

“Jika anggarannya sudah ada tapi tidak dibayar, ada apa ini, saya me menduga ada indikasi korupsi dibalik tidak dibayarnya upah guru Honorer selama dua bulan ini,” jelasnya.

Selain ada aroma korupsi, kata Advokat muda itu, tidak dibayarnya insentif para guru juga termasuk dalam tindakan melanggar hukum.

“Karena para guru honorer yang telah mengabdi punya hak untuk mendapatkan upah yang layak yang sesuai dengan waktu kerjanya,” tutup Herson Loi.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 1771 kali

Baca Lainnya
x