Manggarai Barat

Minggu, 1 Desember 2019 - 05:27 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Pose bersama usai kongres pemuda kabupaten Manggarai Barat (Foto: TeamYPF/IDE)

Pose bersama usai kongres pemuda kabupaten Manggarai Barat (Foto: TeamYPF/IDE)

Satukan Aspirasi, Pemuda di Manggarai Barat Gelar Kongres

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Sekelompok orang muda di kabupaten Manggarai Barat melakukan kongres kepemudaan yang digelar di ibu kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo pada Sabtu (30/11/2019).

Kongres orang muda Manggarai Barat itu sendiri dihadiri sejumlah kelompok pemuda dan perwakilan pemerintah.

Informasi yang dihimpun media ini, kongres ini bertujuan untuk mengungkap sejumlah persoalan yang ada di manggarai Barat. Selain itu, para kelompok pemuda juga diberikan kesempatan untuk menawarkan solusi atas sejumlah persoalan yang ada.

Pantauan floreseditorial.com, terdapat beberapa persoalan yang disoroti seperti kebudayaan dan pariwisata, pendidikan, pertanian dan perikananan, demokrasi dan politik, hukum dan hak asasi manusia, pemerintah dan pelayanan publik, perempuan dan kesetaraan gender, ekologi, tata ruang dan investasi juga kesehatan.

Dari beberapa persoalan diatas, para kelompok pemuda menemukan sejumlah persoolan khusus dari tiap bidangnya.

Dibidang hukum dan HAM misalnya, pemuda mengungkap terdapat kelemahan akan kesadaran hukum masyarakat Manggarai Barat yang berdampak meningkatnya kasus kekerasan, pemerkosaam dan cendrung ada main hakim sendiri. Selain itu, dibidang ini, pemuda juga menyoroti harga tanah yang meningkat yang menciptakan banyaknya kasus-kasus pemalsusan dokumen, tumpang tindih sertifikat dan konflik sosial.

Air minum yang sulit juga menjadi perhataian kelompok pemuda dibidang hukum dan HAM yang berdampak pada tingginya biaya hidup di Labuan Bajo dan banyaknya mafia air.

Hal menarik lainya yang diangkat di forum pemuda tersebut ialah banyaknya persoalan di bidang pariwisata dan budaya di Manggarai Barat. Misalnya persoalan sampah, bocornya PAD, pelayanan IMB yang berbelit, pembabatan hutan, banyak potensi wisata yang belum diekspolre, perda tata ruang yang belum maksimal dijalankan serta memepertanyakan pengelolaan lahan 400 Ha oleh BOP yang belum mendapatkan kejelasan ataupun informasi detail oleh masyarakat.

Sementara itu, dibidang pemerintahan, para pemuda menyoroti penempatan birokrasi yang tidak sesuai komptensi dan kemampuan, adanya transaksional jabatan, perencanaan tidak berbasis data, ego sektoral hingga legitimasi kepemimpinan.

Dibidang pendidikan, terungkap sejumlah kasus kekerasan, pelecehan seksual, hingga ketidak pedulian pemerintah terhadap guru honor atau komite yang gajinya sangat rendah.

Pengangkatan kontrak daerah yang dinilai tidak profesional menjadi point catatan penting dibidang pendidikan.

Sedangkan dibidang kesehatan, pemuda menyoroti pelayanan public dimana akses kesehatan oleh masyarakat kecil masih sangat sulit.

Disela-sela kongres, kornelis Rahalaka, inisiator Kongres permuda Manggarai Barat menyampaikan kongres pemuda manggarai barat merupakan kongres yang sifatnya independen dan dibuat dari dan oleh orang Manggarai Barat untuk masa depan manggarai barat lebih baik.

“ini menjadi tonggak awal dalam rangka mendorong orang-orang muda berpartisipasi dalam seluruh dinamika pembangunan di Manggarai Barat”, tutupnya.

Laporan : IDE

Artikel ini telah dibaca 933 kali

Baca Lainnya
x